Rabu, 13 November 2013

PENGEMBANGAN MATERI GEOGRAFI INTEGRASI PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING) DENGAN METODE PROBLEM- BASED LEARNING PADA KELAS XI DI SMA N 1 UNGARAN KABUPATEN SEMARANG

PENGEMBANGAN MATERI GEOGRAFI INTEGRASI PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)  DENGAN METODE PROBLEM- BASED  LEARNING PADA KELAS XI  DI SMA N 1 UNGARAN KABUPATEN SEMARANG



Budi Santoso
SMA Negeri 1 Ungaran Kabupaten Semarang
Jl. Diponegoro no. 42 Ungaran  Kab. Semarang
Jurusan Pendidikan IPS  Konsentrasi Pend. Geografi Universitas  Negeri Semarang
Jl. Bendan Ngisor
*Corresponding author. Tel/Fax : 085229803585 Email: boedi_5727@yahoo.co.id

Abstract

Budi, Santoso, 2011. The development of global warming intergrated material by problem-base learning approach in the Geography class. Senior high school. Thesis. Social program. Concentrate on Geography. Master degree of state university Semarang. First Advisor Prof. Dr. Wasino, M.Hum. Second advisor Dr. Dewi Lies Noor, M.Si
Geography is a subject that emphasizes increasing students sensitiv to the physical and social environment. Global Warming is one of the environmental problems that could threaten the preservation of natural resources and life on earth. Inserting global warming material in the Geography curriculum subjects and the application of suitable learning mode is the right step to provide an understanding of global warming and education to the students to take an active role in preventing it as well as having concern for the creation of a green environment, having an awareness of environmental sustainability and sustainable development. The problems in this research is on how to develop global warming integration material and on how is the learning instructions (syllabi, lesson plans, evaluation tools, worksheets and student book) can be applied in teaching global warming integration material in high school’s geography class at the School Based Curriculum. The goal of this research is developing Geography’s integration material of global warming, developing learning instructions of global warming’s integration material with Problem Based Learning’s approach in grade XI of SMA Negeri 1 Ungaran students in Semarang Regency.
This study is in the form of Research and Development. It is preceded by the development of the learning instructions of Geography’s integration of global warming with Problem Based Learning’s approach and tested on control and experimental classes. Data is taken with the observation, questionnaires and tests. The Methods of data analysis is using percentage of score descriptions. Problem-solving capabilities are analyzed parametrically by using T test.
This research has given results to the global warming learning material which consist of syllabus with 35.6 average score with very good criteria, Lesson Plan with 36 average score with very good score, Student book with 33.6 average score with very good criteria, student worksheet with 35 score with very good criteria so that the teaching and  learning instructions is very good to teach global warming materials. Problem Based Learning teaching method is more effective, students are more active, creative and able to improve cooperation among groups.  The students’ skill in doing assignments is better than the controlled class.
 Key Words: Geography Material Development, Global Warming, Problem Based Learning

Abstrak

Geografi merupakan pelajaran yang menekankan pada peningkatan kepekaan siswa terhadap lingkungan fisik dan sosial. Global Warming merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat mengancam kelestarian sumber daya alam dan kehidupan yang ada di bumi. Memasukkan materi pemanasan global dalam kurikulum mata pelajaran Geografi serta penerapan model pembelajaran yang cocok merupakan langkah yang tepat untuk memberikan pemahaman dan pendidikan pemanasan global kepada siswa.. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1.bagaimanakah mengembangkan materi dan perangkat pembelajaran pengembangan materi  pemanasan global pada kelas Geografi  XI SMA yang valid. 2. bagaimanakah penerapan metode problem-base learning pada pembelajaran pengembangan materi  pemanasan global pada mata pelajaran Geografi kelas XI SMA Negeri 1 Ungaran Kabupaten Semarang.
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan Research and Development. Penelitian ini didahului dengan pengembangan perangkat pembelajaran Geografi  Global Warming dengan model Problem Based Learning dan diujicobakan pada kelas control dan eksperimen. Data diambil dengan observasi, angket dan tes. Metode analisis data menggunakan deskripsi persentase skor. Kemampuan pemecahan masalah dianalisi secara parametric dengan menggunakan uji t.
Hasil penelitian ini telah berhasil menghasilkan perangkat pembelajaran materi pemanasan global yang terdiri dari silabus dengan skor rata-rata 35,6 dengan kriteria sangat baik, RPP dengan skor rata-rata 36 dengan kriteria sangat baik, Buku Siswa dengan hasil skor rata-rata 33,6 dengan kriteria sangat baik, Lembar kegiatan Siswa dengan skor 35 dengan kriteria sangat baik sehingga perangkat pembelajaran sangat baik digunakan untuk mengajarkan materi pemanasan global. Pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif, siswa lebih aktif, kreatif dan mampu memupuk kerjasama antar kelompok. Keterampilan siswa dalam mengerjakan tugas lebih baik dibanding kelas control.
Disarankan bahwa metode Problem Based Learning sangat tepat diterapkan pada pembelajaran Geografi  pemanasan global, serta perlu dikembangkan pada materi pembelajaran dengan tema yang lain.

Kata Kunci: Geografi, pengembangan materi, problem-based learning, global warming





PENDAHULUAN
Latar Belakang
a. Pemanasan global (Global Warming) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat mengancam kelestarian sumber daya alam dan kehidupan yang ada di bumi yang diakibatkan karena ulah manusia akan tetapi sampai saat ini belum banyak siswa dan masyarakat yang mengerti.
b. Pendidikan formal merupakan sektor strategis yang dapat dimanfaatkan untuk mensosialisasikan permasalahan pemanasan global. Memasukkan materi pemanasan global dalam kurikulum mata pelajaran Geografi serta penerapan model pembelajaran yang cocok merupakan langkah yang tepat untuk memberikan pemahaman dan pendidikan pemanasan global kepada siswa.  Sampai saat ini belum terdapat perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, Suplemen Buku Siswa dan LKS)  integrasi meteri pemanasan global dalam pelajaran geografi.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini  dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Bagaimanakah mengembangkan materi dan perangkat pembelajaran pengembangan materi  pemanasan global pada mata pelajaran Geografi kelas XI SMA yang valid.
b. Bagaimanakah efektivitas penerapan metode problem-base learning pada pembelajaran pengembangan materi  pemanasan global pada mata pelajaran Geografi kelas XI SMA Negeri 1 Ungaran.
Tujuan Penelitian
a.  Mengembangkan materi dan perangkat pembelajaran pemanasan global (Silabus, RPP, Suplemen Buku Siswa, LKS)  pada mata pelajaran Geografi kelas XI SMA yang valid.
b.  Mengetahui efektivitas penerapan metode problem-base learning pada pembelajaran pengembangan materi  pemanasan global pada mata pelajaran Geografi  kelas  XI SMA Negeri 1 Ungaran Kabupaten Semarang.
 METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Pengembangan (Research and Development).  Penerapan Research and Development dalam penelitian ini bertujuan untuk mensosialisasikan masalah global warming yang sedang dihadapi masyarakat seluruh dunia kepada siswa melalui pengembangan materi  pemanasan global pada kelas XI SMA.
Metode Pengembangan Materi dan Perangkat
Pengembangan perangkat pembelajaran  materi pemanasan global dengan metode  PBL mengacu pada pola Rancangan penelitian pengembangan umum (Plomp, 2007: 15).
Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran
Penilaian formatif dalam penelitian  ini dilakukan oleh tiga orang, dua orang dosen ahli dari UNNES dan seorang guru Geografi yang telah berkualifikasi S2. Untuk kemudahan proses penilaian formatif yang bersifat siklik dibuat instrumen lembar validasi perangkat pembelajaran. Lembar validasi dilengkapi dengan pedoman penskoran dan rubrik penskoran. Lembar validasi digunakan untuk mendapatkan data tentang kevalidan perangkat pembelajaran dengan model PBL untuk mencapai kemampuan kreatif dalam Geografi.
Metode Pengumpulan dan Analisis Data Pengembangan Perangkat
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah: tes, observasi, angket, interview, catatan belajar siswa (learning log), portofolio,  validasi dan diskusi dengan ahli.




Tabel   Aktivitas penilaian penelitian pengembangan materi  pemanasan global dengan metodePBL
Obyek evaluasi
Maksud Evaluasi
Kegiatan Evaluasi
Instrumen
Teknik Analisis
Validitas perangkat pembelajaran model PBL
Untuk menguji apakah karakteristik perangkat pembelajaran model PBL sesuai dengan kriteria poin 3.5.2
Diskusi dan validasi ahli
Lembar validasi
Analisis deskripsi
Kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan
Untuk menilai apakah respon guru dan siswa baik terhadap implementasi perangkat pembelajaran model PBL. Apakah keterlaksanaan pembelajarannya baik.
Observasi kelas dan mengisi angket
Lembar observasi dan angket
Analisis deskripsi
Keefektifan perangkat pembelajaran model PBL yang dikembangkan
1. untuk menguji apakah kemampuan materi pemanasan global siswa tuntas


2. untuk menilai apakah sikap siswa pada pembelajaran  materi pemanasan global baik


3. untuk menilai apakah aktivitas siswa selama pembelajaran model PBL baik



4. untuk menguji dampak eksperimen perangkat pembelajaran model PBL

1. Melakukan tes kemampuan kreatif dalam geografi dalam akhir intervensi
2. Melakukan penilaian sikap siswa pada Geografi


3. melakukan pengamatan dan menilai aktivitas siswa selama pembelajaran model PBL
4. melakukan uji pengaruh aktivitas dan sikap siswa pada Geografi terhadap kemampuan kreatif dalam geografi

1. TKKM




2. Angket sikap siswa pada Geografi

3. Lembar observasi



4. Lembar penilaian Open Ended

1. Uji t




2. Analisis deskripsi




3. uji regresi linier ganda







Sumber: Untung, 2010 dengan modifikasi 2011


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Silabus integrasi materi pemanasan global yang telah disusun kemudian  dimintakan penilaian kepada validator. Berdasarkan hasil rata-rata penilaian validator mempunyai skor 35,6. Sesuai dengan indikator yang telah ditentukan maka mempunyai nilai sangat baik dengan kesimpulan silabus  materi pemanasan global  valid dan layak digunakan.
            Pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikembangkan ini tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam menghadapi dan mengatasi pemanasan global, sehingga seluruh indikator disesuaikan dengan tujuan tersebut. RPP pengembangan materi  pemanasan global berdasarkan hasil rata-rata penilaian validator mempunyai skor 36. Sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  mempunyai nilai sangat baik dengan kesimpulan RPP valid.
            Buku siswa materi pemanasan global yang telah disusun dan dimintakan penilaian kepada validator. Berdasarkan hasil rata-rata penilaian validator mempunyai skor 33,6. Sesuai dengan indikator yang telah ditentukan maka mempunyai nilai sangat baik dengan kesimpulan buku siswa materi pemanasan global  valid dan layak digunakan.


Tabel  Hasil Validitas Perangkat Pembelajaran
No
Jenis Perangkat Pembelajaran
Nilai rata-rata
Validasi
Kriteria validitas
1
Silabus
35,6
Valid
2
Pencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP)
36
Valid
3
Buku Peserta Didik
33,6
Valid
4
Lembar Kerja Siswa
35
Valid

Jumlah Total Skor Validitas
139,9
Valid

Banyaknya aspek penilaian Perangkat
4


Rata-rata skor Validitas Perangkat Pembelajaran
34,97
Valid
Sumber: Rekap hasil validasi perangkat pembelajaran integrsi pemanasan global oleh Validator.

Penerapan Pembelajaran Materi Pemanasan Global pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol.

Tabel.. Hasil Amatan Aktivitas Guru dalam Pembelajaran
No
Kelas
Pengamat I
Pengamat II
Nilai rata-rata
Kriteria
1
Kontrol
28
24
26
Sedang
2
Eksperimen
40
38
49
Amat baik


Dari data hasil pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran tersebut terdapat perbedaan yang nyata antara kelas control dengan kelas eksperimen.
Uji Ketuntasan Hasil Belajar
Uji ketuntasan belajar yang diukur dalam penelitian ini adalah uji ketuntasan secara klasikal dan ketuntasan individual.
a.    Uji Ketuntasan Klasikal
Pengukuran ketuntasan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen secara klasikal digunakan uji rata-rata dua pihak, Hipotesis statistiknya sebagai berikut.
Ho: µo = 69, (kemampuan pemecahan pemanasan global peserta didik= 69). H1: µo ≠ 69     , (kemampuan pemecahan pemanasan global peserta didik= 69).
Data nilai tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik dapat dilihat pada lampiran 19  dan terangkum pada tabel 10.


Tabel  Hasil Uji Ketuntasan Klasikal
Kelompok
Mean
µo
thitung
p value
Eksperimen
77,87
69
6,523
0,000
Kontrol
71,32
69
1,465
0,155
Sumber:  Lampiran 19 uji ketuntasan klasikal


Berdasarkan nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan program SPSS 12 diperoleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelompok eksperimen sebesar 77,87. Melalui uji mean dengan µo = 69 diperoleh thitung = 6,523 dengan p value = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah tentang pemanasan global pada kelompok eksperimen secara nyata melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 69.
Rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelompok kontrol sebesar 71,32. Hasil uji mean menggunakan uji t diperoleh thitung = 1,465 dengan p value = 0,155 > 0,05 yang berarti bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah tidak berbeda nyata dengan KKM yaitu 69. Dengan demikian pada kelompok kontrol pun secara klasikal telah mencapai ketuntasan belajar.
b.    Uji Ketuntasan Individual
Untuk mengukur secara individual digunakan uji proporsi satu pihak:
HO : Ө ≥ 0,75 (minimal 75 % peserta didik mencapai nilai KKM).
H1 : Ө > 0,75 (75 % peserta didik tidak  mencapai nilai KKM).
Data tentang ketuntasan secara individual dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada Lampiran.



Tabel Hasil Uji Ketuntasan Individual
Kelompok
Banyaknya peserta didik
Banyaknya yang tuntas
Proporsi ketuntasan
µo
thitung
p value
Eksperimen
27
25
92,59%
75%
3,425
0,002
Kontrol
26
19
73,08%
75%
-0,217
0,830
Sumber: Lampiran 19 tentang uji ketuntasan individual


Banyaknya peserta didik yang tuntas belajar pada kelompok eksperimen dengan KKM ≥ 69 adalah 25 siswa atau 92,59%. Hasil uji t untuk proporsi ketuntasan dengan proporsi pembanding 75% diperoleh thitung = 3,425 dengan pvalue = 0,002 < 0,05. Dengan demikian secara nyata ketuntasan belajar pada kelompok eksperimen lebih besar dari batas yang ditetapkan yaitu 75% atau telah mencapai ketuntasan individual.
Banyaknya peserta didik yang tuntas belajar pada kelompok control dengan KKM ≥ 69 adalah 19 siswa atau 73,08%. Hasil uji t untuk proporsi ketuntasan dengan proporsi pembanding 75% diperoleh thitung = -0,217 dengan p value = 0,830 > 0,05. Dengan demikian secara nyata ketuntasan belajar pada kelompok control tidak berbeda nyata dengan batas yang ditetapkan yaitu 75%. Dengan demikian ketuntasan individual masih di daerah batas toleransi.
Uji Beda Dua Rata-rata Kemampuan Pemecahan Masalah
Uji beda dua rata-rata kemampuan pemecahan masalah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat dari uji t seperti tercantum pada lampiran 20   disini terlihat Terlihat pada tabel 4.8, nilai thitung = 3,137 dengan pvalue = 0,003 < 0,05 yang berarti bahwa secara nyata ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelompok eksperimen XI IPS1 dan kelompok control XI IPS3.


Tabel 1. Hasil Uji Beda Dua Rata-rata Kemampuan Pemecahan Masalah
Kelompok
Rata-rata
Thitung
p value
Kriteria
Eksperimen
77,87
3,137
0,003
Berbeda nyata
Kontrol
71,32
Sumber: Lampiran 20 analisa data uji beda dua rata-rata


Uji Beda Dua Rata-rata Motivasi Belajar
Uji beda dua rata-rata motivasi belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat dari uji t seperti tercantum pada lampiran C.9  dan terangkum pada tabel berikut.


Tabel Hasil Uji Beda Dua Rata-rata Motivasi Belajar
Kelompok
Rata-rata
t hitung
p value
Kriteria
Eksperimen
83,52
3,083
0,003
Berbeda nyata
Kontrol
77,27


Terlihat pada tabel 4.8, nilai thitung = 3,083 dengan pvalue = 0,003 < 0,05 yang berarti bahwa secara nyata ada perbedaan motivasi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Analisis Regresi Pengaruh Motivasi
terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Pemanasan Global
Analisis regresi linear dimaksudkan untuk mengetahui signifikansi pengaruh motivasi terhadap kemampuan pemecahan masalah dari masing-masing kelompok sampel. Dalam analisis regresi ini diperoleh persamaan regresi, nilai R square dan uji signifikansi menggunakan uji F. Hasil pengujian ini selengkapnya dapat dilihat pada rangkuman tabel


Tabel  Analisis Regresi Motivasi terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah
Kelompok
Model regresi
R2
Fhitung
p value
Kriteria
Eksperimen
Y = 19,377 + 0,700X
0,605
38,361
0,000
Signifikan
Kontrol
Y = 2,795 + 0,887X
0,564
31,073
0,000
Signifikan



Tabel 14 memperlihatkan bahwa model regresi untuk menyatakan pengaruh motivasi terhadap kemampuan pemecahan masalah pada kelompok eksperimen adalah Y = 19,377 + 0,700X. Model tersebut diuji kebermaknaannya menggunakan uji F dan diperoleh F hitung = 38,361 dengan p value = 0,000, yang berarti bahwa secara nyata ada pengaruh motivasi terhadap kemampuan pemecahan masalah, dengan kontribusi sebesar 60,5%.
Model regresi untuk menyatakan pengaruh motivasi terhadap kemampuan pemecahan masalah pada kelompok control adalah Y = 2,795 + 0,887X. Model tersebut diuji kebermaknaannya menggunakan uji F dan diperoleh F hitung = 31,073 dengan p value = 0,000, yang berarti bahwa secara nyata ada pengaruh motivasi terhadap kemampuan pemecahan masalah, dengan kontribusi sebesar 56,4%.
Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Pemanasan Global
Hasil olah data dengan membandingkan nilai rata-rata hasil kemampuan pemanecahan masalah antara kelas uji coba perangkaat dengan kelas kontrol terlihat bahwa nilai rata-rata ketuntasan kelas uji coba lebih tinggi dibandingkan dengan
rata-rata ketuntasan kelas kontrol. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model kooperatif strategi group investigasi melalui metode problem-base learning lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan ekspositori yang selama ini dilakukan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
            Berdasarkan uraian hasil penelitian Pengembangan Materi  Pemanasan  Global (Global Warming) dengan Metode Problem-base learning pada kelas Geografi SMA dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Penelitian pengembangan materi  pemanasan global dengan metode Problem-Base Learning pada kelas Geografi XI SMA  negeri 1 Ungaran ini telah menghasilkan perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, Buku siswa dan RPP).
Penelitian pengembangan materi Geografi integrsi pemanasan global ini mengacu pada penelitian pengembangan model 4-D. Pengembangan perangkat pembelajaran  materi pemanasan global dengan metode  PBL ini mengacu pada pola Rancangan penelitian pengembangan umum. Rancangan penelitian pengembangan umum ini meliputi tahap-tahap preliminary research/preliminary in-vesligation/front-end analysis, prototyping dan assessment.  
2. Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode  PBL sangat efektif  digunakan untuk pembelajaran  pemanasan global dibuktikan dengan respon guru yang sangat baik serta siswa menanggapi dengan antusias  dalam mengikuti pembelajaran  pemanasan global dengan metode problem-base learning.  Guru beranggapan sangat pas bila pemanasan global di masukkan dalam pembelajaran Geografi dengan menggunakan metode PBL karena siswa menjadi lebih aktif dan kreatif serta tidak membosankan. Dalam pembelajaran dengan metode PBL siswa  lebih aktif dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran. Pada kelas eksperimen (XI IPS 1) mempunyai kemampuan pemecahan masalah pemanasan global lebih baik dari pada kelas kontrol (XI IPS3) yang menerapkan pembelajaran dengan strategi ceramah bervariasi. Pembelajaran integrsi materi pemanasan global dengan metode PBL terbukti  efektif.  

Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran sebagai berikut:
1. Guru Geografi sebaiknya senantiasa meningkatkan pemahaman tentang pemanasan global serta mengajarkan kepada siswa agar siswa mempunyai pengetahuan pemanasan global dan kepedulian lingkungan. Memasukkan materi pemanasan global dalam kurikulum mata pelajaran geografi serta penerapan model pembelajaran  kooperatif dengan metode problem-base learning  merupakan langkah yang tepat dalam rangka untuk memberikan pemahaman dan pendidikan mengenai pemanasan global kepada siswa agar dapat berperan aktif dalam menanggulangi pemanasan global
2. Guru Geografi hendaknya melakukan inovasi dan kreasi dalam pembelajaran  agar pembelajaran gegrafi tidak membosankan dan lebih melibatkan siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran menggunakan  model pembelajaran kooperatif dengan metode problem-base learning, dapat di jadikan pilihan dalam pembelajaran karena dengan pembelajaran  problem-base learning  pembelajaran menjadi lebih hidup, siswa lebih aktif  sehingga motivasi anak meninggkat.
3.  Bagi pengambil kebijakan dan pengembang kurikulum.
Pemanasan global merupakan permasalahan yang harus ditanggulangi semua fihak, pengetahuan siswa tentang pemanasan global masih kurang. Sangat diperlukan sosialisasi pelatihan-pelatihan tentang pengelolaan lingkungan dalam rangka pencegahan pemanasan global bagi guru dan siswa.
UCAPAN TERIMA KASIH
Mengucapkan terimakasih yang setulus- tulusnya kepada:
1.        Prof. Dr. Wasino, M.Hum sebagai pembimbing I.
2.        Dr. Dewi Liesnoor Setyowati, M.Si sebagai pembimbing II.
3.        Kepala Sekolah dan segenap guru SMA N 1 Ungaran, yang telah membantu dan mendukung kelancaran pengumpulan data penelitian ini.
4.      DIPA PNBP Universitas Negeri Semarang sebagai pemberi bantuan dana penelitian dengan nomor kontrak 2580/H37.2/TU/201


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S, 2006,  Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara
Ginoga, K.L, Gintings, A.N., dan Wibowo, A., 2007.  Isu pemanasan global, UNFCCC, Kyoto Protocol, dan peluang aplikasi A/R CDM di Indonesia. BPPK, Jakarta.
Ian S.F. Jones, 2009,  The Potential of the ocean for the management of global warming. Int.J. Global Warming.University Of Sidney,  Vol. 1 1.2.3, 2009. Diakses dari www//http. Journal global warming.org. diakses 11 Nopember 2010.
 Kadis, 2009, Model Pembelajaran Tematik Kontekstual Untuk Meningkatkan Kepekaan Lingkungan Pada Siswa Kelas Awa, Tesis, Program Pasca Sarjana UNNES, Semarang.
Lenny, Herliawati, 2010, Perubahan iklim, Modul PUP3B,  Direktorat Pendidikan dan Pelatihan, Jakarta.
Plomp, T., 2007, Educational Design Research: an Introduction. dalam An Intruduction to Educational Design Research (Van Den Akker, Bammam, Kelly, Nieven&Plomp)
Pujiono, 2010, Pengembangan Model Pembelajaran Geografi Berbasis Lingkungan Masyarakat desa sekitar Hutan dengan Strategi Inquiry-Discovery Pokok Bahasan Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup. Tesis, Program Pasca Sarjana UNNES, Semarang.
Rosen, Marc A., 2009, Combating Global Warming Via Non-Fossil Fuel Energy Options, Journal Int. Global Warming, Vol. 1, Nos. 1/2/3. Faculty of Engineering and Applied Science University of Ontario Institute of Technology 2000, Ontario, Canada.
 Sunoto,Untung, 2010, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Model PBL, Untuk Mencapai Kemampuan Kreatif Dalam Matematika Siswa kelas IX Materi Bilangan, Tesis, PPs, UNES, Semarang.
Suparno, Paul, 1997, Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, Kanisius: Yogyakarta..
Tiagaradjan, S. Sammel, 1974, Instructional Development for Teachers of Exceptional Student: Sourcebook. Mineapolis: Indiana University Blomington.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar