Senin, 08 Januari 2018

JURNAL PTK Program ArcGIS Untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Hasil Belajar

Program ArcGIS  Untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Hasil Belajar Geografi Materi Peta Pada Siswa Kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015/2016
Oleh: Budi Santoso
(Guru SMA N 1 Ungaran Kab. Semarang)
ABSTRAK
Budi Santoso. Penggunaan Program ArcGIS  Untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Hasil Belajar Geografi Materi Peta Pada Siswa Kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015/2016


Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan nilai hasil belajar dan kreatifitas Geografi dengan penggunaan Program ArcGIS. Penelitian dilaksanakan di SMA N 1 Ungaran. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII.MIPA 7  SMA N 1 Ungaran tahun pelajaran 2015-2016, Pembelajaran ini menggunakan media pembelajaran progran ArcGIS karena media tersebut cukup menarik dan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Variable dalam penelitian ini yaitu: (1) Hasil belajar siswa (2) Nilai kreativitas siswa, dan (3) metode Project-Based Learning pembuatan peta dengan menggunakan program ArcGIS. PTK ini terdapat dua siklus. Data dalam penelitian ini meliputi data nilai kreativitas siswa yang diaambil dari hasil observasi dengan menggunakan tabel observasi dan nilai hasil belajar di amil dari hasil test evaluasi pada akhir pembelajaran. Data diolah secara deskriptif persentase ketercapaian ketuntasan belajar dan tingkat ketuntasan belajar klasikal.
Hasil PTK menunjukkan dengan nilai ketuntasan 2.67, pada prasiklus   sebanyak 12 siswa dari 44 siswa atau 35.2% belum tuntas dengan nilai rerata hasil belajar  2.75  persentase ketuntasan belajar 64.71%, rerata capaian nilai kreatifitas siswa 1.89 kriteria cukup. Pada siklus I menunjukkan sebanyak 31 siswa atau 91.185 telah tuntas yang belum tuntas 3 siswa atau 8.82%. rerata nilai hasil belajar pada siklus II  adalah 3.34. rerata capaian nilai kreatifitas siswa 2.85 dengan kriteria Baik. Pada siklus II menunjukkan sebanyak 34 siswa atau 100%  telah tuntas. Rerata nilai hasil belajar pada siklus 2 adalah 3.01. rerata capaian nilai kreatifitas siswa 3.49 dengan kriteria Baik.
Dengan demikian penelitian tentang Penggunaan Program ArcGIS  Untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Hasil Belajar Geografi Materi Peta Pada Siswa Kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran Semester Gasal tahun 2015/2016 dapat meningkatkan nilai kreatifitas dan hasil belajar yang signifikan.

KATA KUNCI : Kreatifitas, Hasil belajar, Program ArcGIS, Peta, Project Based learning.

ABTRACT
Budi Santoso.The use of ArcGIS Program to improve the creativity and achievement in Geography especially in Mapping for the XII grade students of Science 7 Program of State Senior High School 1 Ungaran in the academic year of 2015-2016

Keyword : Creativity, Achievement, ArcGIS Program, Map, Project Based learning.

The objective of this research was to improve students’ creativity and achievement in Geography using ArcGIS program. This research was conducted in State Senior High School 1 Ungaran. The subject of this research was the students of XII Science 7 Program of Senior High School 1 Ungaran in the academic year 2015-2016. The teaching and learning process used ArcGIS program teaching media since this program is interesting enough and can maintance students’ motivation.
The variables of this research were: (1) the students’ score; (2) The students’ creativity score; and (3) Project-based learning method in making map using ArcGIS program. There were two cycles in this classroom action research. The data of this research consisted of the data of students’ creativity score from the observation using observation table and students’ test score at the end of the lesson. The data was treated descriptively including the percentage of the achievement of mastery learning and the degree of classical mastery learning.
The result of this classroom action research showed that in pre-cycle, the achievement of mastery learning was 2.67, there were 12 students (or 35.2 %) who were under the passing grade, the mean score was 2.75, the percentage of mastery learning was 64.71 %, the mean score of students’ creativity was 1.89 (the criteria is Enough). At the first cycle, it could be seen that 31 students or 91.185 % had passed the passing grade and there were 3 students or 8.82 % who were under the passing grade. At the second cycle, the mean score was 3.34, the mean score of students’ creativity was 2.85 (the criteria is Good), 34 students or 100 % had passed the passing grade, the mean score was 3.01, the mean score of students’ creativity was 3.49 (the criteria was Good).
Based on the result above, it could be concluded that the use of ArcGIS program in Geography especially in Mapping for the students of XII grade Science 7 program could improve the students’ creativity and achievement significantly.

PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Sebelum penelitian dilakukan kondisi awal pada proses pembelajaran penguasaan materi dan ketrampilan pembuatan peta dalam Geografi sangat penting karena melalui peta seseorang akan dapat menyampaikan sesuatu ide berupa gambaran tentang bentuk-bentuk muka bumi, distribusi penduduk, penggunaan lahan, kesuburan tanah, kedalaman air laut, penyebaran iklim, dan lain-lain yang terutama berkaitan dengan aspek keruangan (spasial) kepada orang lain.
Bukan hal mudah menggambarkan objek geografi pada peta, diperlukan ketelitian, pemahaman kaidah kartografi dan sentuhan keindahan.
Kenyatanya  penguasaan materi peta dalam pembelajaran Geografi di Kelas XII. MIPA 7 SMA N 1 Ungaran masih rendah, hal ini bisa dilihat dari hasil ulangan harian dengan menggunakan soal uraian dengan jumlah 5 soal, di peroleh hasil belajar sebanyak 4 siswa (11,75%) memperoleh nilai C+,  8 siswa 23.50%  memperoleh nilai B-,  sebanyak 18 (52.90 %)  memeperoleh nilai B,  4 siswa (14 %)   memperoleh nilai B+, dan  tidak ada siswa yang memperoleh nilai lebih A-.maupun A. Ketuntasan minimal (KKM) hasil belajar siswa di SMA N 1 Ungaran  adalah 2.67 dengan predikat B kriteria baik.  Tingkat kreatifitas siswajuga masih rendah hal ini bisa dilihat dari delapan  pertanyaan yang diberikan guru secara langsung hanya ada 5 dari 34 siswa yang menjawab pertanyaan dan mereka cenderung pasif bahkan berbicara sendiri dengan temannya yang tidak berhubungan dengan materi pelajaran yang di sampaikan.
Penyebab rendahnya  prestasi dan kreativitas ini karena  dalam proses pembelajaran guru hanya memberikan materi  peta kepada siswa cenderung menyampaikan materi yang sudah mereka dapatkan pada waktu SMP  media yang di manfaatkan  hanya menggunakan peta, globe buku mata pelajaran dan LKS.
Untuk meningkatkan  kreativitas dan hasil belajar Geografi materi peta  maka sebaiknya dalam proses pembelajaran guru harus menerapkan  metode yang mengaktifkan siswa dan inovasi untuk  menggunakan media  pembelajaran  yang sesuai dengan materi pembelajaran yang diajarkan.  Peneliti akan mempergunakan program ArcGIS dalam  pembelajaran  Geografi materi peta,  diharapkan  dapat mempertinggi  kualitas  proses belajar-mengajar  yang  pada akhirnya dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa kelas XII. MIPA7.  
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas , Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :Apakah  penggunaan program ArcGIS mampu meningkatkan kreatifitas belajar Geografi materi peta?, Apakah  penggunaan program ArcGIS mampu meningkatkan hasil belajar Geografi materi peta ?, Apakah  penggunaan program ArcGIS mampu meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar Geografi materi peta siswa kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk meningkatkan kreatifitas belajar Geografi materi peta pada siswa kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran (2) Untuk meningkatkan hasil belajar Geografi materi peta siswa kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran  melalui penggunaan program ARCGIS dengan metode projek based leaarning pada materi peta.
KAJIAN TEORI
1.    Hakekat Belajar
Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap. Usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya, mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai sebelumnya. Sehingga dengan belajar manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan paling pokok. Hal ini berarti bahwa keberhasilan atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan bergantung pada proses belajar yang dilakukan siswa sebagai anak didik.
Slameto (2003:13) menyatakan “belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Untuk mendapatkan sesuatu seseorang harus melakukan usaha agar apa yang di inginkan dapat tercapai. Usaha tersebut dapat berupa kerja mandiri maupun kelompok dalam suatu interaksi.
Hakikat belajar adalah perubahan tingkah laku, maka ada beberapa perubahan tertentu yang dimasukkan  ke dalam  ciri-ciri belajar menurut Djamarah (2002:15-16) yaitu perubahan yang terjadi secara sadar dan merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya, bersifat fungsional Sebagai hasil belajar, berlangsung terus-menerus dan tidak statis, bersifat positif dan aktif, bukan bersifat sementara dan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Prinsip-prinsip belajar antara lain  :1. Apa pun yang dipelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain. 2. Setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya. 3. Siswa akan dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung selama proses belajar. 4. Motivasi belajar siswa akan lebih meningkat apabila ia diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas belajarnya.
2.    Kreativitas Belajar Geografi
a.    Hakekat  Kreativitas.
Kreativitas merupakan potensi yang dimiliki setiap manusia dan bukan yang diterima dari luar diri individu. Kreativitas yang dimiliki manusia, lahir bersama lahirnya manusia tersebut. Dalam kehidupan kreativitas sangat penting, karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia.
Perbedaan definisi kreativitas yang dikemukakan para ahli merupakan definisi yang saling melengkapi. Menurut Conny R Semiawan (2009: 44) kreativitas adalah modifikasi sesuatu yang sudah ada menjadi konsep baru.
Ciri-Ciri Kreativitas Menurut Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik (Depdiknas 2004: 19) disebutkan ciri kreativitas antara lain :a.Menunjukan rasa ingin tahu yang luar biasa., b.Menciptakan berbagai ragam jumlah gagasan guna memecahkan persoalan., c. Sering mengajukan tanggapan yang unik dan pintar., d. Berani mengambil resiko., e. Suka mencoba., f. Peka terhadap keindahan dan segi estetika dari lingkungan
Berdasarkan  pendapat  para ahli di atas, yang dimaksud kreativitas dalam penelitian ini adalah  kemampuan untuk menciptakan ide, gagasan, berkreasi, mengemukakan pendapat dan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya baru untuk memecahkan masalah atau mengatasi  permasalahan  secara  spontanitas dalam pembelajaran Geografi materi peta.
3.    Pembelajaran Berbasis Proyek/Project Based Learning
Karrakteristik pembelajaran berbasis proyek memiliki 1.pembelajaran PJBL semua peserta didik berperan aktif dan student centered atau pembelajaran berpusat pada peserta didik. 2.  pembelajaran berfokus pada tujuan pembelajaran tertentu sesuai kurikulum.3. Proyek berfokus pada tujuan pembelajaran yang penting yang sejajar dengan standar.
              Pembelajaran PJBL secara umum memiliki pedoman langkah: Planning (perencanaan), Creating (mencipta atau implementasi), dan Processing (pengolahan), PJBL merupakan pembelajaran yang komprehensif mengikutsertakan peserta didik melakukan investigasi secara kolaboratif. PJBL membantu peserta didik dalam belajar pengetahuan dan ketrampilan yang kokoh yang dibangun melalui tugas-tugas dan pekerjaan otentik. Situasi belajar, lingkungan, isi, dan tugas-tugas yang relevan, realistik, otentik, dan menyajikan kompleksitas alami dunia nyata.
Keuntungan Pembelajaran Berbasis proyek Menurut Moursund seperti dikutip Wena, 2011 (dalam Isriani, 2012: 130-131) beberapa keuntungan dari pembelajaran berbasis proyek, antara lain sebagai berikut: 1.Increased motivation. 2. Increased problem-solving ability. 3. Improved library research skills. 4. Increased collaboration 5. Increased resource-management skills
Langkah-langkah mendesain suatu proyek Stienberg seperti dikutip Wena, (2011)  mengajukan enam strategi dalam mendesain suatu proyek yang disebut dengan The Six A’s of Designing Project, yaitu 1) keautentikan; 2) ketaatan terhadap nilai akademik: 3) belajar pada dunia nyata; 4) aktif meneliti; 5) hubungan dengan ahli; 6) Penilaian. Keenam langkah evaluatif tersebut dapat dijadikan pedoman dalam merancang suatu bentuk pembelajaran berbasis proyek.
Hasil Belajar Geografi
Bintarto (1981) berpendapat bahwa “ Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi baik yang bersifat fisik maupun menyangkut mahluk hidup beserta permasalahannya melalui metode keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan”.
Menurut hasil seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di semarang (1988) Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala geosfer yang terdapat dipermukaan bumi serta interaksi antara manusia dengan lingungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan.  
Pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh dalam mata pelajaran Geografi diharapkan dapat membangun kemampuan peserta didik untuk bersikap, bertindak cerdas, arif, dan bertanggungjawab dalam menghadapi masalah sosial, ekonomi, dan ekologis. Secara khusus mata pelajaran Geografi bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: a. Memahami pola spasial, lingkungan dan kewilayahan serta proses yang berkaitan.b. Menguasai keterampilan dasar dalam memperoleh data dan informasi, mengkomunikasikan dan menerapkan pengetahuan geografi dalam bentuk tabel, diagram, gambar dan peta. c. Menampilkan perilaku peduli terhadap lingkungan hidup dan memanfaatkan sumber daya alam secara arif serta memiliki toleransi terhadap keragaman budaya masyarakat.
4.    Media Pembelajaran
Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima. Menurut Azhar Arsyad (2002: 3) kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Secara lebih khusus pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Pengertian media menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2009: 8-9) adalah bahwa  media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat  (hardware ). Berdasarkan batasan mengenai media di atas, maka dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software dan hardware  dalam penelitian ini software ArcGIS yang dapat digunakan untuk meyampaikan isi materi ajar dari sumber belajar ke pebelajar baik individu atau kelompok, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat pebelajar sedemikian rupa sehingga proses belajar di dalam maupun di luar kelas menjadi lebih efektif.
 Manfaat media pembelajaran menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2009: 2) berpendapat bahwa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.
Program ArcGIS dalam Pembelajaran Geografi Materi Peta
Software ArcMAP merupakan bagian dari ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS berbasis web. ArcMap  merupakan program yang memiliki kemampuan untuk visualisasi, membangun database spasial yang baru, memilih (query), editing, menciptakan desain-desain peta, analisis dan pembuatan tampilan akhir dalam laporan-laporan kegiatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ArcGIS diantaranya yaitu penjelajahan data (exploring), analisa sig (analyzing), presenting result, customizing data dan programming.
C. Kerangka Berfikir
         Pada penelitian ini digunakan kerangka berfikir asosiatif/hubungan dan komparatif /perbandingan yaitu:
         ”Penggunaan program ArcGIS mampu meningkatkan  kreativitas dan hasil belajar Geografi materi peta siswa kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran semester Gasal Tahun pelajaran 2015-2016” , dapat digambarkan sebagai berikut:
D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
” Melalui penggunaan program ArchGIS dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa dalam pelajaran Geografi materi peta pada siswa kelas XII.MIPA 7 SMA N 1 Ungraran tahun pelajaran 2015-2016”
Metode Penelitian
A.      Seting Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di  SMA N 1 Ungaran Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah  pada semester genap tahun 2015-2016. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII. MIPA 7. Dengan jumlah siswa 34 terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan.
Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpilan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan tes. Sedangkan instrumen penelitian yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah berupa tes dan non tes. Bentuk instrumen penelitian berupa tes tertulis digunakan untuk mengungkap data tentang nilai hasil belajar siswa, teknk observasi digunakan untuk mengetahui nilai kreatifitassiswa.
Validasi dan Analisis Data
Validasi data dilakukan untuk memperoleh data yang valid . validasi data dilakukan dengan menggunakan pelibatan observer teman sejawat atau berkalaborasi dengan membuat kisi-kisi sebelum butir soal disusun. Sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif komparatif dengan membandingkan data yang ada dilanjutkan analisis kritis dengan cara merefleksi.
Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas, banyaknya tindakan dalam penelitian ini sebanyak dua kali dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan tindakan yaitu planning, acting, observating dan reflecting.
Data Kreatifitas pra siklus
Data hasil observasi kreatifitas siswa yang di dasarkan pada enam (6) komponen kreatifitas menurut Pedoman Diagnostik Potensi Siswa (Depdiknas 2004: 19) di dapatkan hasil indikator 1. menunjukkan rasa ingin tahu yang luar biasa rata-rata nilai capaian  1.59  (Cukup), Indikator 2. Menciptakan berbagai ragam jumlah gagasan guna memecahkan persoalan 1.85 (Cukup),  indicator 3. Sering mengajukan tanggapan yang unik dan pintar rata- rata nilai capaian 1.85 (Cukup) Indikator 4. Berani mengambil resiko nilai capaian 1.85 (Cukup). Indikator 5. Suka mencoba rata-rata nilai capaian 2.06 (Cukup) dan indicator 6. Peka terhadap keindahan dan segi estetika dari lingkungan nilai capaian rata-rata 2.16 (cukup). Secara ringkas hasil ini dapat di lihat pada tabel kreatifitas  pada tahap pra siklus sebagai berikut :
No
Aspek  Kreatifitas siswa
Jumlah skor
Nilai rerata
Krite
ria
1
1
54
1.62
Cukup
2
2
62
1.85
Cukup
3
3
63
1.85
Cukup
4
4
62
1.82
Cukup
5
5
70
2.06
Cukup
6
6
73
2.15
Cukup
Jumlah
386
11.35

Rata-rata
64.33
1.89
Cukup

Keterangan aspek kreatifitas
1.Menunjukan rasa ingin tahu yang luar biasa
2.Menciptakan berbagai ragam jumlah gagasan guna memecahkan persoalan
3.Sering mengajukan tanggapan yang unik dan pintar
4.Berani mengambil resiko
5.Suka mencoba
6.Peka terhadap keindahan dan segi estetika dari lingkungan
 Secara lebih jelas perbandingan antara nilai capaian nilai kreatifitas dengan nilai KKM dapat dilihat dalam diagram batang sebagai berikut :
Data Hasil Belajar Pra siklus
Setelah pembelajaran Geografi materi pengetahuan peta diadakan Test evaluasi untuk memperoleh data hasil belajar pra siklus. Tes hasil belajar menggunakan soal uraian dengan jumlah 5 soal  Hasilnya adalah 4 (11,75%) siswa memperoleh nilai C+ ,sebanyak 8 atau (23.50%)  memperoleh nilai B-,sebanyak 18 atau (52.90%)   memeperoleh nilai B dan sebanyak 4 siswa (14%)   memperoleh nilai B+ tidak ada siswa yang memperoleh nilai A-.maupun A.

Tabel Hasil Belajar  Pengetahuan Peta Tahap Pra Siklus
No
Pre
dikat
Penge
Tahuan
F
Persen
tase %
1
A
3,67 – 4.00

2
A-
3,34 - 3,66

3
B+
3,01 - 3,33
4
11.76
4
B
2,67 - 3,00
18
52.90
5
B-
2,34 - 2,66
8
23.50
6
C+
2,01 - 2,33
4
11.76
Dari data hasil belajar pra siklus tersebut maka sebanyak 22 siswa telah tuntas nilai pengetahuan  lebih dari 2.67 (64.71 %) dan yang belum tuntas sebanyak 12 siswa (35.2 %). Secara lebih jelas di sajikan dalam bentuk diagram lingkaran berikut ini :
Gambar 4.5 Diagram  Lingkaran Nilai Hasil Belajar Tahap Pra Siklus
 Hasil Siklus 1
Setelah di berikan tindakan pelatihan program ArcGIS dan siswa melakukan aktivitas pembelajaran maka di akhir pembelajaran siklus 1 diadakan test untuk mengetahui nilai hasil belajar siswa hasilnya adalah sebagai berikut :
No
Pre
Dikat
Penge
Tahuan
F
Persen
tase %
1
A
3,67 – 4.00

2
A-
3,34 - 3,66
3
8.82
3
B+
3,01 - 3,33
14
41.17
4
B
2,67 - 3,00
14
41.17
5
B-
2,34 - 2,66
3
8.82
6
C+
2,01 - 2,33

Tabel Hasil belajar siklus 1

Dari data hasil belajar siklus 1 tersebut maka sebanyak 31 siswa telah tuntas nilai pengetahuan  lebih dari 2.67 (91.18 %) dan yang belum tuntas sebanyak 3 siswa (8.82 %). Secara lebih jelas di sajikan dalam bentuk diagram lingkaran berikut ini :


Gambar 4.5 Diagram  Lingkaran Nilai Hasil Belajar Tahap Siklus 1

Sedangkan capaian nilai kreatifitas dengan siklus 1 berikut ini:
No
Aspek  Kreatifitas siswa
Jumlah skor
Nilai rerata
Krite
ria
1
1
96
2.82
Baik
2
2
95
2.85
Baik
3
3
87
2.56
Baik
4
4
105
3.09
Baik
5
5
100
2.94
Baik
6
6
98
2.88
Baik
Jumlah
583
17.15

Rata-rata
97.16
2.86
Cukup

Secara lebih jelas berikut di tampilkan diagram batang  perbandingan capaian nilai kreatifitas siklus 1 dengan nilai KKM.
Siklus 2
Karena pada siklus 1 masih terdapat tiga siswa yanga belum tuntas maka dilanjutkan pada siklus 2. Hasil dari siklus 2 sebagai berikut :
 Tabel Nilai Hasil belajar siklus 2
No
Pre
dikat
Penge
Tahuan
F
Persen
tase %
1
A
3,67 – 4.00
2
5.8
2
A-
3,34 - 3,66
14
41.17
3
B+
3,01 - 3,33
18
52.92
4
B
2,67 - 3,00

5
B-
2,34 - 2,66

6
C+
2,01 - 2,33

Dari tabel diatas maka sebanyak 34 siswa telah tuntas pada materi peta dengan menggunakan pembelajaran metode projek based learning sehingga penelitian selesai pada siklus 2.
Secara lebih jelas hasil belajar siklus 2 dapat di lihat pada diagram lingkaran sebagai berikut :

Gambar 4.19 Diagram  Lingakaran Hasil Belajar Siklus 2
Nilai kreatifitas siklus 2
Nilai kreatifitas siklus 2 kami sajikan dalam tabel sebagai berikut :
No
Aspek  Kreatifitas siswa
Jumlah skor
Nilai rerata
Krite
ria
1
1
115
2.82
Baik
2
2
110
2.85
Baik
3
3
110
2.56
Baik
4
4
114
3.09
Baik
5
5
128
2.94
Amat Baik
6
6
127
2.88
Amat Baik
Jumlah
704
20.71

Rata-rata
117.33
3.45
Baik
Dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 kreatifitas siswa nyata-nyata melngalami kenaikan yang signifikan.
Simpulan dan saran
1.      Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai hasil belajar siswa dari pembelajaran awal/pra siklus, siklus 1 dan siklus 2.
2.      Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa soft ware ArcGIS ternyata mampu meningkatkan kreatifitas siswa.
3.      Penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berupa ArcGIS mampu meningkatkan nilai hasil belajar siswa
Saran
1.         Hendaknya Guru dalam pembelajaranya lebih memperhatikan nilai kreatifitas karena kreatifitas sangat penting.
2.          Saran dari hasil penelitian ini adalah Guru dalam pembelajaran Geografi materi peta pada kelas XII maka program ArcGIS dapat di gunakan agar kreatifitas dan hasil belajar siswa meningkat.



DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,  Suharsimi.  (1996).  Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik.  Jakarta : Rineka Cipta.
Azhar Arsyad. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Bambang  Sujiono. (2010). Bermain Kreatif Berbasis. Kecerdasan Jamak. Jakarta: PT Indeks.
Bintarto, R .(1981).  Metode Analisa Geografi, Jakarta; LP3ES.
Conny R Semiawan. (2009). Kreativitas Kebebakatan, Jakarta: PT Indeks
Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. (2004). Pedoman diagnostik potensi peserta didik. Jakarta: Depdiknas
Djamarah, dan Aswan Zain. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka. Cipta.
Kemp dan Dayton. (1985). Planing and  Producing Intructional Media. Cambridge University: New York. Harper &  Row Publisher. 
Made Wena. (2011). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan. Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.
Munandar, Utami. (2009). Pengembangan kreativitas Anak Berbakat. Jakarta : Rineka Cipta. 
Nana Sudjana, (1999). Cara Belajar Peserta didik Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 104 Th 2012 Tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik pada pendidikan dasar dan menengah
Rivai, Ahmad,  Nana Sudjana. (2009). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru
Siregar Sabrina, (2014). Makalah Singkat Tentang Software ArcGis. Download 6 Agustus 2020
Santrock, J.W. (2007). Psikologi Perkembangan. Edisi 11 Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Seminar dan Lokakarya Peningkatan Kualitas Pengajaran Geografi. IKIP Semarang bekerja dengan IGI. Semarang 12-13 April 1988.
Slameto, (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Wulandari, Novi, (2010). Hubungan Kreatifitas Siswa dengan Hasil Belajar Mata Diklat PLC . Jakarta: UNJ

 BIODATA PENULIS
NAMA                                    : BUDI SANTOSO, S.Pd.M.Pd
NIP                                         : 19720517 200604 1004
TEMPAT/TGL LAHIR          : Boyolali, 17 Mei 1972
UNIT KERJA                         : SMA N 1 Ungaran

Kontak person                         : Hp. 085385588099  Email : Boedesantos@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar