Program ArcGIS Untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Hasil
Belajar Geografi Materi Peta Pada Siswa Kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran
Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015/2016
Oleh: Budi Santoso
(Guru SMA N 1 Ungaran Kab.
Semarang)
ABSTRAK
Budi Santoso. Penggunaan Program ArcGIS Untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Hasil
Belajar Geografi Materi Peta Pada Siswa Kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran
Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015/2016
Tujuan penelitian ini adalah
meningkatkan nilai hasil belajar dan kreatifitas Geografi dengan penggunaan
Program ArcGIS. Penelitian dilaksanakan di SMA N 1 Ungaran. Subyek penelitian
adalah siswa kelas XII.MIPA 7 SMA N 1
Ungaran tahun pelajaran 2015-2016, Pembelajaran ini menggunakan media pembelajaran
progran ArcGIS karena media tersebut cukup menarik dan dapat menumbuhkan motivasi
belajar siswa.
Variable dalam penelitian
ini yaitu: (1) Hasil belajar siswa (2) Nilai kreativitas siswa, dan (3) metode Project-Based Learning pembuatan peta dengan
menggunakan program ArcGIS. PTK ini terdapat dua siklus. Data dalam penelitian
ini meliputi data nilai kreativitas siswa yang diaambil dari hasil observasi
dengan menggunakan tabel observasi dan nilai hasil belajar di amil dari hasil
test evaluasi pada akhir pembelajaran. Data diolah secara
deskriptif persentase ketercapaian ketuntasan belajar dan tingkat ketuntasan
belajar klasikal.
Hasil PTK menunjukkan dengan
nilai ketuntasan 2.67, pada prasiklus sebanyak
12 siswa dari 44 siswa atau 35.2% belum tuntas dengan nilai rerata hasil
belajar 2.75 persentase ketuntasan belajar 64.71%, rerata
capaian nilai kreatifitas siswa 1.89 kriteria cukup. Pada siklus I menunjukkan sebanyak
31 siswa atau 91.185 telah tuntas yang belum tuntas 3 siswa atau 8.82%. rerata
nilai hasil belajar pada siklus II
adalah 3.34. rerata capaian nilai kreatifitas siswa 2.85 dengan kriteria
Baik. Pada siklus II menunjukkan sebanyak 34 siswa atau 100% telah tuntas. Rerata nilai hasil belajar pada
siklus 2 adalah 3.01. rerata capaian nilai kreatifitas siswa 3.49 dengan
kriteria Baik.
Dengan demikian penelitian
tentang Penggunaan
Program ArcGIS Untuk Meningkatkan
Kreatifitas dan Hasil Belajar Geografi Materi Peta Pada Siswa Kelas XII. MIPA7
SMA N 1 Ungaran Semester Gasal tahun 2015/2016 dapat meningkatkan nilai kreatifitas dan hasil belajar yang
signifikan.
KATA
KUNCI : Kreatifitas, Hasil belajar, Program ArcGIS, Peta, Project Based learning.
ABTRACT
Budi
Santoso.The
use of ArcGIS Program to improve the creativity and achievement in Geography
especially in Mapping for the XII grade students of Science 7 Program of State
Senior High School 1 Ungaran in the academic year of 2015-2016
Keyword : Creativity,
Achievement, ArcGIS Program, Map, Project Based learning.
The
objective of this research was to improve students’ creativity and achievement
in Geography using ArcGIS program. This research was conducted in State Senior
High School 1 Ungaran. The subject of this research was the students of XII
Science 7 Program of Senior High School 1 Ungaran in the academic year
2015-2016. The teaching and learning process used ArcGIS program teaching media
since this program is interesting enough and can maintance students’ motivation.
The variables of this research were: (1)
the students’ score; (2) The students’ creativity score; and (3) Project-based
learning method in making map using ArcGIS program. There were two cycles in
this classroom action research. The data of this research consisted of the data
of students’ creativity score from the observation using observation table and
students’ test score at the end of the lesson. The data was treated
descriptively including the percentage of the achievement of mastery learning
and the degree of classical mastery learning.
The result of this classroom action
research showed that in pre-cycle, the achievement of mastery learning was
2.67, there were 12 students (or 35.2 %) who were under the passing grade, the
mean score was 2.75, the percentage of mastery learning was 64.71 %, the mean
score of students’ creativity was 1.89 (the criteria is Enough). At the first
cycle, it could be seen that 31 students or 91.185 % had passed the passing
grade and there were 3 students or 8.82 % who were under the passing grade. At
the second cycle, the mean score was 3.34, the mean score of students’
creativity was 2.85 (the criteria is Good), 34 students or 100 % had passed the
passing grade, the mean score was 3.01, the mean score of students’ creativity was
3.49 (the criteria was Good).
Based on the result above,
it could be concluded that the use of ArcGIS program in Geography especially in
Mapping for the students of XII grade Science 7 program could improve the
students’ creativity and achievement significantly.
PENDAHULUAN
Latar
Belakang Masalah
Sebelum
penelitian dilakukan kondisi awal pada proses pembelajaran penguasaan materi dan ketrampilan
pembuatan peta dalam Geografi sangat penting karena melalui
peta seseorang akan dapat menyampaikan sesuatu ide berupa gambaran tentang
bentuk-bentuk muka bumi, distribusi penduduk, penggunaan lahan, kesuburan
tanah, kedalaman air laut, penyebaran iklim, dan lain-lain yang terutama
berkaitan dengan aspek keruangan (spasial) kepada orang lain.
Bukan hal mudah menggambarkan objek
geografi pada peta, diperlukan ketelitian, pemahaman kaidah kartografi dan sentuhan
keindahan.
Kenyatanya
penguasaan materi peta dalam
pembelajaran Geografi di Kelas XII. MIPA 7 SMA N 1 Ungaran masih rendah, hal
ini bisa dilihat dari hasil ulangan harian dengan menggunakan soal uraian dengan jumlah 5 soal, di
peroleh hasil belajar sebanyak 4 siswa (11,75%) memperoleh nilai C+, 8 siswa 23.50% memperoleh nilai B-, sebanyak 18 (52.90 %) memeperoleh nilai B, 4 siswa (14 %) memperoleh nilai B+, dan tidak ada siswa yang memperoleh nilai lebih A-.maupun
A. Ketuntasan minimal (KKM) hasil belajar siswa di SMA N 1 Ungaran adalah 2.67 dengan predikat B kriteria baik. Tingkat kreatifitas siswajuga masih rendah
hal ini bisa dilihat dari delapan
pertanyaan yang diberikan guru secara langsung hanya ada 5 dari 34 siswa
yang menjawab pertanyaan dan mereka cenderung pasif bahkan berbicara sendiri
dengan temannya yang tidak berhubungan dengan materi pelajaran yang di
sampaikan.
Penyebab rendahnya prestasi dan kreativitas ini karena dalam proses pembelajaran guru hanya
memberikan materi peta kepada siswa
cenderung menyampaikan materi yang sudah mereka dapatkan pada waktu SMP media yang di
manfaatkan hanya menggunakan peta, globe
buku mata pelajaran dan LKS.
Untuk meningkatkan
kreativitas dan hasil belajar Geografi materi peta maka sebaiknya dalam proses pembelajaran guru
harus menerapkan metode yang mengaktifkan siswa dan inovasi
untuk menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran
yang diajarkan. Peneliti akan
mempergunakan program ArcGIS dalam
pembelajaran Geografi materi
peta, diharapkan dapat mempertinggi
kualitas proses belajar-mengajar yang pada
akhirnya dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa kelas XII.
MIPA7.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas , Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
:Apakah penggunaan program ArcGIS mampu
meningkatkan kreatifitas belajar Geografi materi peta?, Apakah penggunaan program ArcGIS mampu meningkatkan
hasil belajar Geografi materi peta ?, Apakah
penggunaan program ArcGIS mampu meningkatkan kreatifitas dan hasil
belajar Geografi materi peta siswa kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
(1) Untuk meningkatkan kreatifitas belajar Geografi materi peta pada siswa
kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran (2) Untuk meningkatkan hasil belajar Geografi materi
peta siswa kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran melalui penggunaan program ARCGIS dengan
metode projek based leaarning pada
materi peta.
KAJIAN
TEORI
1. Hakekat
Belajar
Belajar
merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi,
keterampilan, dan sikap. Usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan
usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya, mendapatkan ilmu atau kepandaian
yang belum dipunyai sebelumnya. Sehingga dengan belajar manusia menjadi tahu,
memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu. Dalam
keseluruhan proses pendidikan di sekolah kegiatan belajar mengajar merupakan
kegiatan paling pokok. Hal ini berarti bahwa keberhasilan atau tidaknya
pencapaian tujuan pendidikan bergantung pada proses belajar yang dilakukan
siswa sebagai anak didik.
Slameto
(2003:13) menyatakan “belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya”. Untuk mendapatkan sesuatu seseorang harus melakukan usaha agar
apa yang di inginkan dapat tercapai. Usaha tersebut dapat berupa kerja mandiri
maupun kelompok dalam suatu interaksi.
Hakikat
belajar adalah perubahan tingkah laku, maka ada beberapa perubahan tertentu
yang dimasukkan ke dalam ciri-ciri belajar menurut Djamarah
(2002:15-16) yaitu perubahan yang terjadi secara sadar dan merasakan telah
terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya, bersifat fungsional Sebagai hasil
belajar, berlangsung terus-menerus dan tidak statis, bersifat positif dan aktif,
bukan bersifat sementara dan mencakup seluruh aspek tingkah laku.
Prinsip-prinsip belajar antara lain :1. Apa
pun yang dipelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain. 2. Setiap
siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya. 3. Siswa akan dapat belajar
dengan baik bila mendapat penguatan langsung selama proses belajar. 4. Motivasi
belajar siswa akan lebih meningkat apabila ia diberi tanggung jawab dan
kepercayaan penuh atas belajarnya.
2. Kreativitas Belajar Geografi
a.
Hakekat
Kreativitas.
Kreativitas
merupakan potensi yang dimiliki setiap manusia dan bukan yang diterima dari
luar diri individu. Kreativitas yang dimiliki manusia, lahir bersama lahirnya
manusia tersebut. Dalam kehidupan kreativitas sangat penting, karena
kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses
kehidupan manusia.
Perbedaan
definisi kreativitas yang dikemukakan para ahli merupakan definisi yang saling
melengkapi. Menurut Conny R Semiawan (2009: 44) kreativitas adalah modifikasi
sesuatu yang sudah ada menjadi konsep baru.
Ciri-Ciri
Kreativitas Menurut Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik (Depdiknas 2004:
19) disebutkan ciri kreativitas antara lain :a.Menunjukan rasa ingin tahu yang
luar biasa., b.Menciptakan berbagai ragam jumlah gagasan guna memecahkan
persoalan., c. Sering mengajukan tanggapan yang unik dan pintar., d. Berani
mengambil resiko., e. Suka mencoba., f. Peka terhadap keindahan dan segi
estetika dari lingkungan
Berdasarkan
pendapat para ahli di atas, yang dimaksud kreativitas
dalam penelitian ini adalah kemampuan
untuk menciptakan ide, gagasan, berkreasi, mengemukakan pendapat dan kemampuan
seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya
nyata, baik dalam bentuk karya baru untuk memecahkan masalah atau mengatasi permasalahan secara spontanitas dalam pembelajaran Geografi materi
peta.
3. Pembelajaran Berbasis Proyek/Project Based Learning
Karrakteristik pembelajaran berbasis proyek memiliki 1.pembelajaran PJBL semua
peserta didik berperan aktif dan student centered atau
pembelajaran berpusat pada peserta didik. 2. pembelajaran berfokus pada tujuan pembelajaran
tertentu sesuai kurikulum.3. Proyek berfokus pada tujuan pembelajaran yang penting
yang sejajar dengan standar.
Pembelajaran
PJBL secara umum memiliki pedoman langkah: Planning (perencanaan), Creating
(mencipta atau implementasi), dan Processing (pengolahan), PJBL
merupakan pembelajaran yang komprehensif mengikutsertakan peserta didik melakukan
investigasi secara kolaboratif. PJBL membantu peserta didik dalam belajar
pengetahuan dan ketrampilan yang kokoh yang dibangun melalui tugas-tugas dan
pekerjaan otentik. Situasi belajar, lingkungan, isi, dan
tugas-tugas yang relevan, realistik, otentik, dan menyajikan kompleksitas alami
dunia nyata.
Keuntungan
Pembelajaran Berbasis proyek Menurut Moursund seperti dikutip Wena, 2011 (dalam
Isriani, 2012: 130-131) beberapa keuntungan dari pembelajaran berbasis proyek, antara
lain sebagai berikut: 1.Increased motivation. 2. Increased
problem-solving ability. 3. Improved library research skills. 4. Increased
collaboration 5. Increased resource-management skills
Langkah-langkah
mendesain suatu proyek Stienberg seperti dikutip Wena, (2011) mengajukan enam strategi dalam mendesain
suatu proyek yang disebut dengan The Six A’s of Designing Project, yaitu
1) keautentikan; 2) ketaatan terhadap nilai akademik: 3) belajar
pada dunia nyata; 4) aktif meneliti; 5) hubungan dengan ahli; 6) Penilaian. Keenam
langkah evaluatif tersebut dapat dijadikan pedoman dalam merancang suatu bentuk
pembelajaran berbasis proyek.
Hasil Belajar Geografi
Bintarto (1981) berpendapat
bahwa “ Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi
baik yang bersifat fisik maupun menyangkut mahluk hidup beserta permasalahannya
melalui metode keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program,
proses dan keberhasilan pembangunan”.
Menurut hasil seminar dan
lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di semarang (1988) Geografi adalah
ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala geosfer yang terdapat
dipermukaan bumi serta interaksi antara manusia dengan lingungannya dalam
konteks keruangan dan kewilayahan.
Pengetahuan, keterampilan, dan
nilai-nilai yang diperoleh dalam mata pelajaran Geografi diharapkan dapat
membangun kemampuan peserta didik untuk bersikap, bertindak cerdas, arif, dan
bertanggungjawab dalam menghadapi masalah sosial, ekonomi, dan ekologis. Secara
khusus mata
pelajaran Geografi bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai
berikut: a. Memahami pola spasial,
lingkungan dan kewilayahan serta proses yang berkaitan.b. Menguasai
keterampilan dasar dalam memperoleh data dan informasi, mengkomunikasikan dan
menerapkan pengetahuan geografi dalam bentuk tabel, diagram, gambar dan peta.
c. Menampilkan perilaku peduli terhadap lingkungan hidup dan memanfaatkan
sumber daya alam secara arif serta memiliki toleransi terhadap keragaman budaya
masyarakat.
4. Media Pembelajaran
Kata
media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan
sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju
penerima. Menurut Azhar Arsyad (2002: 3) kata media berasal dari bahasa
latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara
atau pengantar. Secara lebih khusus pengertian media dalam proses belajar
mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau
elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau
verbal.
Pengertian
media menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2009: 8-9) adalah bahwa media
adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran. Media
dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware
). Berdasarkan batasan mengenai media di atas, maka dapat dikatakan bahwa
media pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software dan hardware
dalam penelitian ini software ArcGIS yang dapat digunakan untuk meyampaikan isi
materi ajar dari sumber belajar ke pebelajar baik individu atau kelompok, yang
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat pebelajar sedemikian
rupa sehingga proses belajar di dalam maupun di luar kelas menjadi lebih
efektif.
Manfaat media pembelajaran menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2009: 2) berpendapat
bahwa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran
pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.
Program ArcGIS dalam Pembelajaran
Geografi Materi Peta
Software ArcMAP
merupakan bagian dari ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh
ESRI (Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi
fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS
desktop, server, dan GIS berbasis web. ArcMap
merupakan program yang memiliki kemampuan untuk visualisasi,
membangun database spasial yang baru, memilih (query), editing,
menciptakan desain-desain peta, analisis dan pembuatan tampilan akhir
dalam laporan-laporan kegiatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh
ArcGIS diantaranya yaitu penjelajahan data (exploring), analisa sig
(analyzing), presenting result, customizing data dan programming.
C. Kerangka Berfikir
Pada penelitian ini digunakan kerangka
berfikir asosiatif/hubungan dan komparatif /perbandingan yaitu:
”Penggunaan program ArcGIS mampu meningkatkan kreativitas dan hasil belajar Geografi materi
peta siswa kelas XII. MIPA7 SMA N 1 Ungaran semester Gasal Tahun pelajaran
2015-2016” , dapat digambarkan sebagai berikut:
D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan yang
diajukan dalam penelitian ini adalah:
” Melalui penggunaan program
ArchGIS dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa dalam pelajaran
Geografi materi peta pada siswa kelas XII.MIPA 7 SMA N 1 Ungraran tahun
pelajaran 2015-2016”
Metode
Penelitian
A.
Seting Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan
di SMA N 1 Ungaran Kabupaten Semarang
Propinsi Jawa Tengah pada semester genap
tahun 2015-2016. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII. MIPA 7.
Dengan jumlah siswa 34 terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan.
Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpilan data yang digunakan
adalah dokumentasi, observasi, dan tes. Sedangkan instrumen penelitian yang di
pergunakan dalam penelitian ini adalah berupa tes dan non tes. Bentuk instrumen
penelitian berupa tes tertulis digunakan untuk mengungkap data tentang nilai
hasil belajar siswa, teknk observasi digunakan untuk mengetahui nilai
kreatifitassiswa.
Validasi dan Analisis Data
Validasi data dilakukan untuk
memperoleh data yang valid . validasi data dilakukan dengan menggunakan
pelibatan observer teman sejawat atau berkalaborasi dengan membuat kisi-kisi
sebelum butir soal disusun. Sedangkan analisis data menggunakan teknik
deskriptif komparatif dengan membandingkan data yang ada dilanjutkan analisis
kritis dengan cara merefleksi.
Prosedur Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas, banyaknya tindakan dalam
penelitian ini sebanyak dua kali dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus terdiri
dari empat tahapan tindakan yaitu planning,
acting, observating dan reflecting.
Data Kreatifitas pra siklus
Data hasil observasi kreatifitas siswa yang di dasarkan
pada enam (6) komponen kreatifitas menurut Pedoman Diagnostik Potensi Siswa (Depdiknas 2004: 19) di dapatkan
hasil indikator 1. menunjukkan
rasa ingin tahu yang luar biasa rata-rata nilai capaian 1.59
(Cukup), Indikator 2. Menciptakan berbagai ragam jumlah gagasan guna
memecahkan persoalan 1.85 (Cukup),
indicator 3. Sering mengajukan tanggapan yang unik dan pintar rata- rata
nilai capaian 1.85 (Cukup) Indikator 4. Berani mengambil resiko nilai capaian
1.85 (Cukup). Indikator 5. Suka mencoba rata-rata nilai capaian 2.06 (Cukup)
dan indicator 6. Peka terhadap keindahan dan segi estetika dari lingkungan
nilai capaian rata-rata 2.16 (cukup). Secara ringkas hasil ini dapat di lihat
pada tabel kreatifitas pada tahap pra
siklus sebagai berikut :
|
No
|
Aspek Kreatifitas siswa
|
Jumlah skor
|
Nilai rerata
|
Krite
ria
|
|
1
|
1
|
54
|
1.62
|
Cukup
|
|
2
|
2
|
62
|
1.85
|
Cukup
|
|
3
|
3
|
63
|
1.85
|
Cukup
|
|
4
|
4
|
62
|
1.82
|
Cukup
|
|
5
|
5
|
70
|
2.06
|
Cukup
|
|
6
|
6
|
73
|
2.15
|
Cukup
|
|
Jumlah
|
386
|
11.35
|
|
|
|
Rata-rata
|
64.33
|
1.89
|
Cukup
|
Keterangan aspek kreatifitas
1.Menunjukan
rasa ingin tahu yang luar biasa
2.Menciptakan
berbagai ragam jumlah gagasan guna memecahkan persoalan
3.Sering
mengajukan tanggapan yang unik dan pintar
4.Berani
mengambil resiko
5.Suka
mencoba
6.Peka
terhadap keindahan dan segi estetika dari lingkungan
Secara
lebih jelas perbandingan antara nilai capaian nilai kreatifitas dengan nilai
KKM dapat dilihat dalam diagram batang sebagai berikut :
Data Hasil Belajar Pra siklus
Setelah
pembelajaran Geografi materi pengetahuan peta diadakan Test
evaluasi untuk memperoleh data hasil belajar pra siklus. Tes hasil belajar
menggunakan soal uraian dengan jumlah 5 soal Hasilnya adalah 4 (11,75%) siswa memperoleh
nilai C+ ,sebanyak 8 atau (23.50%) memperoleh
nilai B-,sebanyak 18 atau (52.90%) memeperoleh nilai B dan sebanyak 4 siswa (14%) memperoleh nilai B+ tidak ada siswa yang
memperoleh nilai A-.maupun A.
Tabel Hasil Belajar
Pengetahuan Peta Tahap Pra Siklus
|
No
|
Pre
dikat
|
Penge
Tahuan
|
F
|
Persen
tase %
|
|
1
|
A
|
3,67 – 4.00
|
|
|
|
2
|
A-
|
3,34 - 3,66
|
|
|
|
3
|
B+
|
3,01 - 3,33
|
4
|
11.76
|
|
4
|
B
|
2,67 - 3,00
|
18
|
52.90
|
|
5
|
B-
|
2,34 - 2,66
|
8
|
23.50
|
|
6
|
C+
|
2,01 - 2,33
|
4
|
11.76
|
Dari data hasil belajar pra siklus tersebut maka sebanyak
22 siswa telah tuntas nilai pengetahuan
lebih dari 2.67 (64.71 %) dan yang belum tuntas sebanyak 12 siswa (35.2
%). Secara lebih jelas di sajikan dalam bentuk diagram lingkaran berikut ini :
Gambar
4.5 Diagram Lingkaran Nilai Hasil Belajar Tahap Pra
Siklus
Hasil Siklus 1
Setelah
di berikan tindakan pelatihan program ArcGIS dan siswa melakukan aktivitas
pembelajaran maka di akhir pembelajaran siklus 1 diadakan test untuk mengetahui
nilai hasil belajar siswa hasilnya adalah sebagai berikut :
|
No
|
Pre
Dikat
|
Penge
Tahuan
|
F
|
Persen
tase %
|
|
1
|
A
|
3,67 – 4.00
|
|
|
|
2
|
A-
|
3,34 - 3,66
|
3
|
8.82
|
|
3
|
B+
|
3,01 - 3,33
|
14
|
41.17
|
|
4
|
B
|
2,67 - 3,00
|
14
|
41.17
|
|
5
|
B-
|
2,34 - 2,66
|
3
|
8.82
|
|
6
|
C+
|
2,01 - 2,33
|
|
Tabel
Hasil belajar siklus 1
Dari data hasil belajar siklus 1 tersebut maka sebanyak 31 siswa telah tuntas nilai pengetahuan lebih dari 2.67 (91.18 %) dan yang belum tuntas sebanyak 3 siswa (8.82 %). Secara lebih jelas di sajikan dalam bentuk diagram lingkaran berikut ini :
Gambar 4.5 Diagram Lingkaran Nilai Hasil
Belajar Tahap Siklus
1
Sedangkan
capaian nilai kreatifitas
dengan siklus 1 berikut ini:
|
No
|
Aspek Kreatifitas siswa
|
Jumlah skor
|
Nilai rerata
|
Krite
ria
|
|
1
|
1
|
96
|
2.82
|
Baik
|
|
2
|
2
|
95
|
2.85
|
Baik
|
|
3
|
3
|
87
|
2.56
|
Baik
|
|
4
|
4
|
105
|
3.09
|
Baik
|
|
5
|
5
|
100
|
2.94
|
Baik
|
|
6
|
6
|
98
|
2.88
|
Baik
|
|
Jumlah
|
583
|
17.15
|
|
|
|
Rata-rata
|
97.16
|
2.86
|
Cukup
|
Secara lebih jelas berikut di tampilkan diagram
batang perbandingan capaian nilai
kreatifitas siklus 1 dengan nilai KKM.
Siklus
2
Karena pada siklus 1 masih terdapat tiga siswa yanga
belum tuntas maka dilanjutkan pada siklus 2. Hasil dari siklus 2 sebagai
berikut :
Tabel Nilai Hasil belajar siklus 2
|
No
|
Pre
dikat
|
Penge
Tahuan
|
F
|
Persen
tase %
|
|
1
|
A
|
3,67 – 4.00
|
2
|
5.8
|
|
2
|
A-
|
3,34 - 3,66
|
14
|
41.17
|
|
3
|
B+
|
3,01 - 3,33
|
18
|
52.92
|
|
4
|
B
|
2,67 - 3,00
|
|
|
|
5
|
B-
|
2,34 - 2,66
|
|
|
|
6
|
C+
|
2,01 - 2,33
|
|
Dari tabel diatas maka sebanyak 34 siswa
telah tuntas pada materi peta dengan menggunakan
pembelajaran metode projek based learning sehingga penelitian
selesai pada siklus 2.
Secara
lebih jelas hasil belajar siklus 2 dapat di lihat pada diagram lingkaran
sebagai berikut :
Gambar
4.19 Diagram Lingakaran Hasil Belajar
Siklus 2
Nilai
kreatifitas siklus 2
Nilai kreatifitas siklus 2 kami sajikan dalam tabel
sebagai berikut :
|
No
|
Aspek Kreatifitas siswa
|
Jumlah skor
|
Nilai rerata
|
Krite
ria
|
|
1
|
1
|
115
|
2.82
|
Baik
|
|
2
|
2
|
110
|
2.85
|
Baik
|
|
3
|
3
|
110
|
2.56
|
Baik
|
|
4
|
4
|
114
|
3.09
|
Baik
|
|
5
|
5
|
128
|
2.94
|
Amat Baik
|
|
6
|
6
|
127
|
2.88
|
Amat Baik
|
|
Jumlah
|
704
|
20.71
|
|
|
|
Rata-rata
|
117.33
|
3.45
|
Baik
|
Dari
pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 kreatifitas siswa nyata-nyata melngalami
kenaikan yang signifikan.
Simpulan
dan saran
1.
Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa terjadi
peningkatan nilai hasil belajar
siswa dari pembelajaran awal/pra siklus, siklus 1 dan
siklus 2.
2. Hasil
penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan
media pembelajaran berupa soft ware
ArcGIS ternyata mampu meningkatkan kreatifitas siswa.
3. Penelitian tindakan kelas ini menunjukkan
bahwa penggunaan media pembelajaran
berupa ArcGIS mampu meningkatkan nilai hasil belajar
siswa
Saran
1.
Hendaknya Guru
dalam pembelajaranya lebih memperhatikan nilai kreatifitas karena kreatifitas
sangat penting.
2.
Saran
dari hasil penelitian ini adalah Guru dalam pembelajaran Geografi materi peta
pada kelas XII maka program ArcGIS dapat di gunakan agar kreatifitas dan hasil
belajar siswa meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi. (1996). Prosedur Penelitian suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Azhar
Arsyad. (2011). Media Pembelajaran.
Jakarta: Raja Grafindo Persada
Bambang Sujiono. (2010). Bermain Kreatif Berbasis. Kecerdasan Jamak. Jakarta: PT Indeks.
Bintarto, R .(1981). Metode Analisa Geografi, Jakarta; LP3ES.
Conny R Semiawan. (2009). Kreativitas Kebebakatan, Jakarta: PT Indeks
Direktorat Pendidikan
Lanjutan Pertama. (2004). Pedoman diagnostik
potensi peserta didik. Jakarta: Depdiknas
Djamarah,
dan Aswan Zain. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka. Cipta.
Kemp
dan Dayton. (1985). Planing and Producing Intructional Media. Cambridge
University: New York. Harper & Row
Publisher.
Made Wena. (2011). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan. Konseptual
Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.
Munandar, Utami. (2009).
Pengembangan kreativitas Anak Berbakat.
Jakarta : Rineka Cipta.
Nana Sudjana, (1999). Cara
Belajar Peserta didik Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru.
Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 104
Th 2012 Tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik pada pendidikan dasar dan
menengah
Rivai, Ahmad, Nana Sudjana. (2009).
Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru
Siregar
Sabrina, (2014). Makalah
Singkat Tentang Software ArcGis. Download 6 Agustus 2020
Santrock, J.W.
(2007). Psikologi Perkembangan. Edisi
11 Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Seminar dan Lokakarya Peningkatan Kualitas Pengajaran
Geografi. IKIP Semarang bekerja dengan IGI. Semarang 12-13 April 1988.
Slameto, (2003).
Belajar dan Faktor-faktor yang
Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Wulandari, Novi, (2010). Hubungan Kreatifitas Siswa dengan Hasil
Belajar Mata Diklat PLC . Jakarta: UNJ
BIODATA PENULIS
NAMA : BUDI
SANTOSO, S.Pd.M.Pd
NIP :
19720517 200604 1004
TEMPAT/TGL LAHIR : Boyolali, 17 Mei 1972
UNIT KERJA : SMA N 1 Ungaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar