Kamis, 27 Maret 2014

Materi Mitigasi dan adaptasi bencana.

Mitigasi bencana adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pada semua tin

dakan untuk mengurangi dampak dari suatu bencana yang dapat dilakukan  sebelum bencana itu terjadi termasuk kesiapan dan tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjang. Mitigasi bencana mencakup baik perencanaan maupun pelaksanaan tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko-resiko yang terkait dengan bahaya-bahaya karena perilaku manusia dan bahaya alam yang sudah diketahui, dan proses perencanaan untuk respon yang efektif untuk bencana yang benar-benar terjadi.(Coburn, Spence, dan Pomonis, 1994 dalam urahayu 2010). Ridwan (2008)
Penguasaan materi mitigasi dan adaptasi bencana ini sangat penting dengan tujuan peserta didik mempunyai pemahaman dan ketrampilan bertindak dengan tepat apabila terjadi bencana serta mampu menyebarluaskan materi mitigasi dan adaptasi bencana kepada orang lain di masyarakat. Untuk penguasaan ini di perlukan strategi dan metode yang tepat agar peserta didik benar-benar menguasai baik pegetahuan, teori dan praktek sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Dalam pembelajaran Geografi materi Mitigasi dan adaptasi bencana di kelas X.MIPA.3 nilai ulangan harian belum menunjukkan nilai yang baik dengan rata-rata kelas hanya 70,3 (C+) sedangkan nilai ketuntasan yang di tetapkan SMA Negeri 1 Ungaran pada tahun ajaran 2013-2014 adalah 75 (B-)  hal ini mungkin sebabkan materi Mitigasi dan Adaptasi Bencana disajikan kurang menarik, metode yang kurang tepat dan kurangnya media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik ini terlihat pada waktu guru mengajar kedapatan beberapa peserta didik ketahuan melakukan sms maupun melakukan komonikasi lewat media social atau membuka blog dengan Hand phone (HP) yang berbasis internet.
Pemanfaatan sumber belajar  bog yang terdapat di layanan internet belum dilakukan secara optimal oleh guru, padahal pada era teknologi seperti sekarang ini guru dapat memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi untuk mendapatkan sumber informasi dalam pembelajaran ataupun sumber belajar. Hal ini sebenarnya memberi peluang pada guru untuk mengembangkan metode pembelajaran peserta didik yang lebih menyenangkan dengan membuat blog yang berisikan materi-materi yang sedang di pelajari.
Teknologi yang berkembang pesat dewasa ini, seperti pemanfaatan komputer dalam proses pembelajaran, tidak hanya dapat digunakan secara sendiri, tetapi dapat dimanfaatkan pula dalam suatu jaringan. Jaringan komputer atau computer network telah memungkinkan proses pembelajaran menjadi luas, lebih interaktif, dan lebih fleksibel. Peserta didik dapat melakukan proses pembelajaran tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga dapat dilaksanakan kapan pun dan dimana pun. Penelitian di Amerika Serikat oleh Pavlik tahun 1996 (dalam Isjoni, 2008:15-16) tentang pemanfaatan komunikasi dan informasi untuk keperluan pendidikan diketahui memberikan dampak positif, sedangkan studi lainnya dilakukan Center for Applied Special Technology (CAST) menyebutkan bahwa pemanfaatan internet sebagai media pendidikan menunjukkan positif terhadap hasil belajar peserta didik. Adanya dunia maya menjadikan waktu belajar lebih efisien dan efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar